Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Selasa, 02 Juni 2026. Aktif Menantikan Hari Tuhan (2 Petrus 3: 12-15a,17-18). 3:12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah . Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. 3:13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. 3:14 Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda i di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia. 3:15 Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. 3:17 Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh. 3:18 Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.
Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan hari ini, 2Ptr 3:12-15a.17-18:
Pertama : Orang Beriman Dipanggil Menantikan Masa Depan. Dalam bacaan ini, Santo Petrus mengajak umat untuk menantikan dan mempercepat kedatangan Hari Tuhan. Menariknya, penantian itu tidak dilakukan dengan sikap pasif atau sekadar menghitung kapan akhir zaman akan tiba. Sebaliknya, Petrus bertanya, “Betapa suci dan salehnya kamu harus hidup.” Dengan kata lain, cara terbaik menantikan masa depan yang dijanjikan Tuhan adalah dengan menghidupi kehendak-Nya pada saat ini. Sering manusia terlalu sibuk memikirkan apa yang akan terjadi di masa depan: apakah hidup akan berhasil, apakah keluarga akan baik-baik saja, atau bagaimana keadaan dunia nanti. Kekhawatiran akan masa depan dapat membuat orang lupa menjalani panggilannya hari ini. Petrus mengingatkan bahwa harapan Kristiani bukanlah pelarian dari dunia, melainkan kekuatan untuk hidup lebih baik di dalam dunia. Orang yang sungguh percaya akan janji Tuhan tidak menghabiskan waktunya untuk menebak-nebak masa depan, tetapi berusaha menjadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk hidup dalam kebenaran, kasih, dan kesetiaan. Masa depan yang dijanjikan Tuhan dimulai melalui pilihan-pilihan baik yang dilakukan sekarang.
Kedua : Pertumbuhan Rohani Adalah Perlindungan Terbaik terhadap Kesesatan. Pada bagian akhir bacaan, Petrus memperingatkan umat agar tidak terseret oleh kesesatan orang-orang yang tidak mengenal hukum Tuhan dan akhirnya kehilangan pijakan iman. Karena itu, ia memberikan satu nasihat penting: “Bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” Nasihat ini menunjukkan bahwa iman yang tidak bertumbuh akan mudah goyah. Dalam kehidupan sehari-hari, tantangan terhadap iman tidak selalu datang dalam bentuk penolakan terang-terangan terhadap Tuhan. Sering tantangan itu hadir melalui cara berpikir yang perlahan-lahan menjauhkan manusia dari Injil: menganggap dosa sebagai hal biasa, menjadikan kesuksesan sebagai tujuan tertinggi, atau hidup seolah-olah Tuhan tidak lagi penting. Karena itu, iman harus terus diperdalam. Sama seperti pohon yang akarnya semakin dalam akan lebih kuat menghadapi badai, demikian pula orang yang terus mengenal Kristus melalui doa, Sabda Tuhan, dan kehidupan Gereja akan lebih mampu bertahan menghadapi berbagai godaan dan pengaruh dunia. Pertumbuhan rohani bukan hanya tanda kedewasaan iman, tetapi juga benteng yang menjaga hati tetap setia kepada Tuhan sampai akhir.
Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).
Kembali ke Beranda