Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Senin, 01 Juni 2026. Kekudusan Dibangun Seperti Tangga yang Dinaiki (2 Petrus 1:1-7). 1:1 Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. 1:2 Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita. 1:3 Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. 1:4 Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. 1:5 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, 1:6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, 1:7 dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.
Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan hari ini, 2Petrus 1:1-7:
Pertama : Rahmat Tuhan Merupakan Awal Sebuah Pertumbuhan. Dalam bacaan ini, Santo Petrus menegaskan bahwa kuasa ilahi Tuhan telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh. Namun setelah mengatakan hal itu, Petrus langsung mengajak umat untuk berusaha dengan sungguh-sungguh menambahkan kepada iman berbagai keutamaan: kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih persaudaraan, dan kasih. Rahmat Tuhan tidak membuat manusia pasif. Rahmat Tuhan justru menjadi titik awal yang menggerakkan manusia untuk terus bertumbuh. Dalam kehidupan sehari-hari, ada kecenderungan untuk merasa cukup hanya karena sudah dibaptis, aktif di gereja, atau menjalankan kewajiban agama. Namun Petrus mengingatkan bahwa kehidupan Kristiani adalah sebuah perjalanan menuju kedewasaan rohani. Seorang murid Kristus dipanggil untuk terus berkembang dari satu keutamaan kepada keutamaan lainnya. Seperti pohon yang sehat terus menghasilkan tunas dan buah yang baru, demikian pula iman yang hidup akan tampak dalam perubahan karakter dan sikap hidup yang semakin menyerupai Kristus.
Kedua : Kekudusan Dibangun Seperti Tangga yang Dinaiki Selangkah Demi Selangkah. Petrus menyusun daftar keutamaan secara berurutan, seolah-olah menggambarkan sebuah tangga rohani. Iman menjadi dasar, tetapi tidak berhenti di sana. Dari iman lahirlah kebajikan dari kebajikan lahirlah pengetahuan dari pengetahuan tumbuh penguasaan diri lalu ketekunan, kesalehan, kasih persaudaraan, dan akhirnya kasih yang sempurna. Gambaran ini mengajarkan bahwa kekudusan bukanlah hasil dari satu tindakan besar yang dilakukan sekaligus, melainkan buah dari kesetiaan dalam langkah-langkah kecil yang dilakukan terus-menerus. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang ingin segera menjadi lebih baik, lebih sabar, atau lebih kudus, tetapi sering kecewa ketika perubahan itu tidak terjadi secepat yang diharapkan. Bacaan ini mengingatkan bahwa pertumbuhan rohani memiliki prosesnya sendiri. Tuhan tidak menuntut kesempurnaan yang instan, tetapi kesediaan untuk terus melangkah. Setiap kali seseorang belajar mengendalikan amarah, tetap setia dalam kesulitan, mengampuni sesama, atau mengasihi tanpa pamrih, ia sedang menaiki satu anak tangga menuju kedewasaan rohani. Dengan demikian, kekudusan bukanlah sesuatu yang jauh dan hanya milik para santo-santa, melainkan perjalanan harian setiap orang yang membiarkan rahmat Tuhan bekerja dalam hidupnya.
Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).
Kembali ke Beranda