Iman Harus Dijaga dan Dibangun Setiap Hari
...

Iman Harus Dijaga dan Dibangun Setiap Hari

Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Sabtu, 30 Mei 2026. Iman Harus Dijaga dan Dibangun Setiap Hari (Yudas 1:17.20b-25). 1:17 Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus. 1:20 Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. 1:21 Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. 1:22 Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, 1:23 selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa. 1:24 Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya, 1:25 Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.

Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan hari ini, Yudas 17.20b–25:

Pertama : Iman Harus Dijaga dan Dibangun Setiap Hari. Rasul Yudas menasihati umat agar membangun diri di atas iman yang paling suci, berdoa dalam Roh Kudus, dan tetap tinggal dalam kasih Allah. Pesan ini menunjukkan bahwa iman bukan sesuatu yang otomatis tetap kuat dengan sendirinya. Kehidupan rohani dapat bertumbuh, tetapi juga dapat melemah jika tidak dipelihara. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak hal dapat perlahan menjauhkan hati manusia dari Tuhan: kesibukan, kekecewaan, dosa, atau kebiasaan hidup yang terlalu berpusat pada diri sendiri. Akibatnya, orang bisa tetap terlihat religius di luar, tetapi batinnya mulai kosong dan kehilangan arah. Bacaan ini mengingatkan bahwa iman perlu dirawat dengan kesadaran dan ketekunan. Doa, firman Tuhan, dan hidup dalam kasih menjadi kekuatan yang menjaga hati tetap dekat dengan Tuhan. Sama seperti tubuh membutuhkan makanan setiap hari, jiwa pun membutuhkan relasi yang hidup dengan Tuhan agar tidak mudah goyah oleh pengaruh dunia.



Kedua : Tuhan Mampu Menjaga dan Meneguhkan Orang yang Percaya kepada-Nya. Pada bagian akhir bacaan ini, Rasul Yudas memuji Tuhan yang “berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung.” Ini menjadi penghiburan besar bagi setiap orang beriman. Manusia memang lemah dan sering jatuh dalam dosa atau kegagalan, tetapi keselamatan tidak hanya bergantung pada kekuatan manusia sendiri. Tuhan sendiri bekerja menopang, membimbing, dan menjaga umat-Nya. Dalam kehidupan sehari-hari, ada saat-saat ketika seseorang merasa lelah berjuang, kecewa pada diri sendiri, atau takut tidak mampu bertahan menghadapi pencobaan hidup. Namun bacaan ini mengingatkan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang berharap kepada-Nya. Bahkan ketika manusia jatuh, Tuhan tetap membuka jalan untuk bangkit kembali. Kesetiaan Tuhan jauh lebih besar daripada kelemahan manusia. Karena itu, hidup beriman bukan terutama tentang menjadi sempurna tanpa kesalahan, melainkan tentang terus percaya dan bersandar pada kasih Tuhan yang sanggup memimpin manusia sampai kepada keselamatan.

Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Kembali ke Beranda