Ditebus Dengan Harga Yang Mahal
...

Ditebus Dengan Harga Yang Mahal

Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Rabu, 27 Mei 2026. Ditebus Dengan Harga Yang Sangat Mahal (1 Petrus 1:18-25). 1:18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, 1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. 1:20 Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. 1:21 Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah. 1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu. 1:23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal. 1:24 Sebab: Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, 1:25 tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya. Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.

Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan hari ini, 1 Petrus 1:18–25:

Pertama : Hidup Manusia Telah Ditebus dengan Harga yang Sangat Mahal. Rasul Petrus mengingatkan bahwa manusia ditebus bukan dengan barang fana seperti emas atau perak, melainkan dengan darah Kristus yang tak bercacat. Bacaan ini memperlihatkan betapa berharganya manusia di mata Tuhan. Keselamatan bukan sesuatu yang murah atau sekadar hadiah tanpa pengorbanan. Kristus menyerahkan diri-Nya sendiri agar manusia dibebaskan dari dosa dan hidup yang sia-sia. Namun sering manusia tidak menyadari nilai hidupnya sendiri. Ada orang yang merasa dirinya tidak berarti, gagal, atau tidak layak dicintai. Ada pula yang menjalani hidup tanpa arah, seolah hidup hanya tentang mencari kesenangan sementara. Bacaan ini mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki martabat yang sangat mulia karena telah ditebus oleh kasih Kristus. Dalam kehidupan sehari-hari, kesadaran ini seharusnya membuat kita lebih berhati-hati dalam menjalani hidup. Jika Tuhan begitu mengasihi kita sampai rela berkorban, maka hidup kita pun seharusnya dipakai untuk hal-hal yang baik, benar, dan membawa kehidupan bagi sesama. Orang yang sadar dirinya dikasihi Tuhan akan lebih mampu menghargai dirinya sendiri maupun orang lain.



Kedua : Firman Tuhan Adalah Dasar Hidup yang Tidak Pernah Binasa. Petrus mengatakan bahwa segala yang ada di dunia ini akan layu seperti rumput dan bunga, tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya. Manusia sering menggantungkan hidup pada hal-hal yang sementara: harta, popularitas, kekuasaan, atau pujian manusia. Namun semuanya dapat hilang dalam waktu singkat. Bacaan ini mengajak kita untuk membangun hidup di atas sesuatu yang tidak berubah, yaitu firman Tuhan. Firman Tuhan bukan hanya untuk didengar saat ibadah, tetapi untuk menjadi arah dan kekuatan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kenyataan hidup, banyak orang mudah goyah ketika menghadapi masalah karena dasar hidupnya hanya bergantung pada keadaan duniawi. Ketika usaha gagal, relasi hancur, atau kesehatan menurun, hidup terasa runtuh. Namun orang yang hidup berpegang pada firman Tuhan memiliki harapan yang lebih kokoh. Firman Tuhan memberi kekuatan untuk tetap bertahan, memberi terang saat hati bingung, dan memberi penghiburan ketika hidup terasa berat. Dunia terus berubah, tetapi kasih dan janji Tuhan tidak pernah berubah. Karena itu, semakin seseorang dekat dengan firman Tuhan, semakin ia memiliki hati yang kuat dan damai dalam menghadapi perjalanan hidup.

Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Kembali ke Beranda