Kamu Akan Menjadi Saksi
...

Kamu Akan Menjadi Saksi

Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Kamis, 14 Mei 2026. Pesta Yesus Naik Ke Surga. Kamu Akan Menjadi Saksi (Kisah Para RAsul: 1:1-11). 1:1 Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, 1:2 sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya. 1:3 Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. 1:4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang -- demikian kata-Nya -- telah kamu dengar dari pada-Ku. 1:5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus. 1:6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel? 1:7 Jawab-Nya: Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. 1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. 1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, 1:11 dan berkata kepada mereka: Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembaliv dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.

Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan hari ini, Kisah Para Rasul 1:1–11:

Pertama : Tuhan yang Naik ke Surga Tidak Meninggalkan Murid-Murid-Nya. Sebelum terangkat ke surga, Yesus tidak hanya memberi perintah, tetapi juga janji: para murid akan menerima kuasa Roh Kudus. Ini menunjukkan bahwa kenaikan Yesus bukan berarti Ia menjauh, melainkan membuka cara baru untuk tetap menyertai umat-Nya. Para murid memang tidak lagi melihat Yesus secara fisik, tetapi mereka akan dikuatkan oleh Roh-Nya untuk melanjutkan karya keselamatan. Dalam hidup sehari-hari, kita juga kadang merasa Tuhan jauh, terutama saat doa belum terjawab atau hidup terasa berat. Namun bacaan ini mengingatkan bahwa Tuhan tidak pernah sungguh meninggalkan kita. Ia tetap bekerja dan menyertai melalui Roh Kudus yang memberi kekuatan, penghiburan, dan harapan di tengah perjalanan hidup. Sering penyertaan Tuhan hadir bukan lewat mukjizat besar, tetapi melalui ketenangan hati, orang-orang yang menguatkan kita, atau kemampuan untuk tetap bertahan dalam masa sulit. Karena itu, kenaikan Tuhan ke surga bukan alasan untuk takut, melainkan undangan untuk semakin percaya bahwa hidup kita tetap berada dalam tangan-Nya.



Kedua : Menjadi Murid Kristus Berarti Siap Menjadi Saksi. Sebelum naik ke surga, Yesus berkata: “Kamu akan menjadi saksi-Ku.” Artinya, iman tidak boleh berhenti hanya untuk diri sendiri. Para murid dipanggil untuk membawa kabar sukacita sampai ke ujung bumi. Menariknya, ketika para murid masih menatap ke langit, malaikat mengingatkan mereka untuk kembali menjalani tugas perutusan. Ini mengajarkan bahwa iman bukan hanya soal memandang ke atas, tetapi juga tentang berjalan dan berkarya di dunia. Menjadi saksi Kristus dapat dimulai dari hal sederhana: berkata jujur, membawa damai dalam keluarga, mengampuni, dan tetap berbuat baik di tengah dunia yang keras. Sebab sering, orang lebih mudah melihat wajah Tuhan melalui hidup kita daripada melalui kata-kata kita. Kesaksian hidup yang sederhana namun tulus sering kali lebih menyentuh daripada nasihat yang panjang. Dunia saat ini membutuhkan orang-orang beriman yang bukan hanya pandai berbicara tentang Tuhan, tetapi juga menghadirkan kasih Tuhan dalam sikap dan tindakan sehari-hari.

Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Kembali ke Beranda